Sejarah Singkat Kempo dan Perkembangannya di Indonesia

Ilmu Bela Diri Tertua Bersumber Pada Zen Budhisme

“Perangilah Dirimu Sebelum Memerangi Orang Lain”

 

       Banyak yang berkesimpulan bahwa ilmu bela diri KEMPO berasal dari daratan Tiongkok. Namun anggapan seperti itu tidaklah semuanya benar. Kira-kira tahun 550 Masehi, pendeta Budha ke-28 yang bernama Dharma Taishi pindah dari tempat tinggalnya di Bharamon (India) ke daratan Tiongkok. Ia menetap di sebuah kuil yang bernama Siauw Liem Sie atau dikenal dengan sebutan Shorinji yang terletak di provinsi Kwa Nam.

       Dengan dilandasi ajaran Budha yaitu dilarang membunuh dan menyakiti, maka pada semua Kenshi (pemain/murid kempo) dilarang untuk menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini juga menjadi doktrin kempo yaitu “PERANGILAH DIRIMU SEBELUM MEMERANGI ORANG LAIN”. Selain itu organisasi kempo juga menggunakan lambang MANJI, yaitu semacam tanda swastika yang berputar ke kiri yang berarti kasih sayang dan kekuatan. Dan ini sesuai dengan doktrin Shorinji yang berbunyi “KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN, KEKUATAN TANPA KASIH SAYANG ADALAH KEZALIMAN”.

       Doktrin tersebut mempengaruhi pula susunan teknik bela diri KEMPO sehingga gerakan tekniknya selalu dimulai dengan menghindar lalu menangkis baru kemudian membalas. Untuk itu kenshi diharuskan menguasai teknik Goho (keras) yang meliputi pukulan, tendangan, dan tangkisan. Dan juga teknik Juho (lunak) yang meliputi bantingan, lipatan-lipatan, dan kuncian. Ajaran Shorinji Kempo terutama teknik Goho juga mempengaruhi seni bela diri di Okinawa yaitu Okinawa-te (kemudian dikenal dengan Karate). Sedangkan teknik Juho mempengaruhi seni bela diri Jiu-Jitsu, Aikido, dan Judo.

       Perkembangan Shorinji Kempo di Indonesia diawali dengan adanya mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa untuk studi di Jepang. Mereka memanfaatkan waktu luang atau libur untuk belajar seni bela diri, seperti Karate, Judo, Jiu-Jitsu, dan juga Kempo. Salah satu mahasiswa tersebut bernama Utin Syahraz (kini almarhum). Kemudian beliau bersama kedua rekannya yang bernama Indra Kartasasmita dan Ginandjar Kartasasmita bertekad melahirkan suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia) pada tanggal 2 Februari 1966.

       Kini PERKEMI telah melahirkan ribuan kenshi yang tersebar di seluruh tanah air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization) yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang.

2 thoughts on “Sejarah Singkat Kempo dan Perkembangannya di Indonesia

Kritik, saran, atau pun pertanyaan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s